Alasan Menapa Tabung LPG 3Kg Mudah Meledak



Salah satu penyebab ledakan akibat kebocoran tabung gas adalah pengoplosan. Sedangkan pengoplosan terjadi karena adanya disparitas(perbedaan) harga itu. “Kami belum selesai membahas soal itu,karena perlu hati-hati. Dalam upaya menyelesaikan masalah perlu adakehati-hatian agar jangan sampai ada masalah baru,” kata Menteri KoordinatorKesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono.

Menurut Agung, maraknya kasus kebocoran gas sebagai penyebabledakan antara lain disebabkan upaya pihak tidak bertanggung jawabuntuk mengoplos gas, sehingga merusak katup. Sebab lainnya adalahselang dan regulator yang tidak memenuhi standar nasional Indonesia(SNI).


Pemerintah mengakui disparitas harga tabung elpiji ukuran 3 kg dan 12 kg menjadi salahsatu faktor pemicu terjadinya pengoplosan tabung gas.
“Disparitas ini faktor pendorong yang merangsang pengoplos. Adaselisih harga yang cukup menggiurkan,” kata Menteri KoordinatorKesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono.


Pemerintah bertekad mencari solusi tepat untuk mencegah makinbanyak korban yang jatuh akibat masalah ini. “Usaha sosialisasi,pengawasan itu tidak berhenti-berhenti, termasuk pengecekan setiaptabung oleh Pertamina, itu juga tetap jalan, tidak berhenti,” kata dia.

Sedangkan soal kebijakan harga atau upaya menekan disparitasharga, katanya, masih terus dikaji. “Soal pricing policy dalamdisparitas harga masih dalam pengawasan. Nanti pada saatnya akankami beritahukan. Tentu tidak membebani rakyat kecil, apa punkebijakan kami,” katanya.

Sedangkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa menambahkan,pemerintah belum bisa memutuskan penetapan harga yang tepat untukmenekan disparitas harga Elpiji 3 kg dan 12 kg. “Soal harga tidakserta-merta bisa diputuskan, harus ada pengajian yang sangatmendalam. Kami masih membicarakan antara lain soal sosialisasi,bagaimana penanganan, penanggulangan, bagaimana supaya tidakterjadi lagi ledakan,” katanya.



(Ref: www.depkominfo.go.id)



Ditulis Oleh : Wahyu Winoto, S.Pd. Hari: 2:12:00 AM Kategori:

0 komentar: