Tips Menyembuhkan Luka Dengan Aman



Mitos: Bersihkan luka gores dengan hydrogen piroksida.
Fakta: Hidrogen piroksida bisa menjadi racun bagi sel-sel penyembuhan yang ada di luka.” pada orang tua mengira zat ini bekerja karena sedikit mengeluarkan busa saat bersentuhan dengan kulit,” kata dafid mooney, MD, direktur progam trauma di Children’s Hospital Boston. Lebih baik andamenggunakan larutan saline yang dijual bebas atau sabun biasa dan air.

Mitos: Jika bernanah, bearti infeksi.
Fakta: Sebelum keropeng terbentuk, adalah wajar jika luka mengeluarkan nanah kuning.”Artinya,tubuh sedang membuat keropeng untuk melindungi luka,” Dr,mooneu menjelaskan. Tapi,begitu keropeng terbentuk, nanah yang kental, bewarna hijau, atau berbau tidak sedap, bisa menandakan adanya infeksi.

Mitos: Luka sebaiknya dibiarkan terbuka agar terkena udara.
Fakta: Tutup luka dengan plester agar tidak terkena kotoran. Ini juga untuk mencegah anak mencabuti keropeng serta menyembuhkan lukanya, suatu kebiasaan yang bisa mengakibatkan infeksi, kata David Spiro, MD, kepala bidang kesehatan anak bagian obat-obatan darurat di Oregon Health and Science unyversity, Portland. Dia merekomendasikan agar anda mengganti plester sehari sekali.

Mitos: Bila terasa gatal, bearti luka dalam proses sembuh.
Fakta: Kulit di sekitar luka mulai saling menarik selama proses penyembuhan, ini bisa mengakibatkan gatal. Rasa gatal juga bisa timbul karena alergi salep atau terdapat infeksi seperti ragi atau jamur.

Mitos : Sebaiknya buka plester dalam satu kali tarikan.
Fakta : Menarik plester terlalu cepat bisa mengakibatkan luka terbuka kembali. Jadi, bukalah pelan-pelan sesua arah tumbuh rambut. Jika plester tak mau lepas, oleskan sedikit alkohol atau air dibagian tepi.

Mitos: Ada luka yang tumbuh waktu sembuh.
Fakta : Umumnya luka sembuh dalam 2 minggu ( 5 hari untuk luka di wajah ). Luka yang mengeluarkan cairan, bukan keropeng, menjadi bengkak, atau tak kunjung sembuh, perlu diperiksa oleh dokter.


***



Ditulis Oleh : Wahyu Winoto, S.Pd. Hari: 1:16:00 AM Kategori:

0 komentar: