Alasan Makin Banyak Wanita Tidak Mau Memiliki Anak

Seiring perkembangan jaman, dunia yang makin sibuk, dan kesetaraan gender dalam pekerjaan, akhir-akhir ini semakin banyak perempuan memilih untuk tidak memiliki anak.




Hal itu sungguh berbeda jika dibandingkan dengan tiga dasawarsa lalu, demikian laporan terbaru menyebutkan. Hampir 20 persen perempuan yang berusia lebih tua tak memiliki anak, dibandingkan dengan 10 persen pada 1970-an, kata Pew Research Center.

"Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini, tekanan sosial untuk memainkan peran tradisional telah berkurang dalam banyak hal dan ada lebih banyak peluang bagi pilihan pribadi. Ini dapat memainkan peran dalam mengurangi tekanan buat rakyat untuk menikah dan membesarkan anak," kata D`Vera Cohn, penulis bersama laporan tersebut.

"Perempuan memiliki lebih banyak pilihan dibandingkan pada masa lalu untuk membina karir yang kuat dan menerapkan pilihan untuk tidak mempunyai anak," kata Cohn di dalam surat elektroniknya. Temuan dalam laporan itu didasarkan atas data dari "Census Bureau`s Current Population Survey" (Survei Biro Sensus Penduduk).

Cohn mengatakan, alasan lain dari meningkatnya jumlah perempuan yang tidak menginginkan anak itu adalah anak-anak dipandang oleh sebagian orang sebagai kurang penting bagi perkawinan yang berhasil. Suveri 2007 Pew mendapati bahwa 41 persen orang dewasa mengatakan anak-anak sangat penting bagi perkawinan yang baik, turun dari 65 persen pada 1990.

Satu dari lima perempuan kulit putih yang berusia 40-44 tahun tak mempunyai anak pada 2008, dibandingkan dengan 17 persen perempuan kulit hitam dan Hispanik dan 16 persen perempuan Asia. Antara 1994 dan 2008, angka perempuan kulit hitam dan Hispanik yang tak memiliki anak naik hampir sepertiga, jauh lebih tinggi daripada peningkatan 11 persen pada perempuan kulit putih.

Pendidikan juga tampaknya menjadi salah satu faktor dalam pilihan seorang perempuan untuk menjadi ibu. Semakin perempuan berpendidikan, semakin tinggi angka penolakan untuk memiliki anak.

Buat perempuan yang hanya mengantongi diploma sekolah menengah, angka itu adalah 17 persen, dibandingkan dengan 24 persen pada perempuan penyandang gelar sarjana muda.

Tetapi angka perempuan yang tak mempunyai anak telah turun pada perempuan yang memiliki gelar sarjana dari 31 persen pada 1994 jadi 24 persen pada 2008.

"Para ahli ekonomi akan memberitahu anda bahwa makin banyak perempuan yang lebih berpendidikan memiliki lebih banyak kesempatan untuk diraih secara ekonomi dengan memprioritaskan karir mereka, dibandingkan dengan perempuan yang kurang berpendidikan."

"Perempuan yang memiliki pendidikan paling tinggi juga cenderung menikah pada usia yang lebih tua dan menunda untuk mempunyai anak sampai usia mereka lebih tua lagi dibandingkan dengan mereka yang kurang berpendidikan," kata Cohn.



(Ref: berita2.com)



Ditulis Oleh : Wahyu Winoto, S.Pd. Hari: 1:27:00 AM Kategori:

0 komentar: