Islam Aliran Aboge dan Sistem Perhitungan Kalendernya



a. Aliran Islam Aboge

Di wilayah Kabupaten Banyumas terdapat aliran Islam Aboge. Penganut Islam Aboge atau Alip-Rebo-Wage (A-bo-ge) merupakan pengikut aliran yang diajarkan Raden Rasid Sayid Kuning.

Saat ini terdapat ratusan pengikut aliran ini yang tersebar di sejumlah desa, antara lain Desa Cibangkong (Kecamatan Pekuncen), Desa Kracak (Ajibarang), Desa Cikakak (Wangon), dan Desa Tambaknegara (Rawalo) kabupaten Banyumas Jawa Tengah.

Selain itu, di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, juga terdapat ratusan penganut Islam Aboge.


b. Sistem Perhitungan Kalender Aboge

Perhitungan yang dipakai aliran Aboge telah digunakan para wali sejak abad ke-14 dan disebarluaskan oleh ulama Raden Rasid Sayid Kuning dari Pajang.

Perhitungan ini merupakan gabungan perhitungan dalam satu windu dengan jumlah hari dan jumlah pasaran hari berdasarkan perhitungan Jawa yakni Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing.

Dalam kurun waktu delapan tahun atau satu windu terdiri tahun Alif, Ha, Jim, Awal, Za, Dal, Ba, Wawu, dan Jim akhir serta dalam satu tahun terdiri 12 bulan dan satu bulan terdiri atas 29-30 hari.


c. Penganut Islam Aboge Mulai Puasa Hari Kamis 12 Agustus 2010

Penganut Islam Aboge (Alip Rebo Wage) di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meyakini awal bulan Ramadhan akan jatuh pada hari Kamis, 12 Agustus 2010.

"Hal itu diketahui berdasarkan hasil perhitungan yang telah digunakan oleh leluhur kami hingga sekarang," kata tokoh masyarakat Islam Aboge, Santibi (65) di Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Minggu (8/8/2010).

Menurut dia, penganut Islam Aboge meyakini bahwa dalam kurun waktu delapan tahun atau satu windu terdiri dari tahun Alif, Ha, Jim, Awal, Za, Dal, Ba, Wawu, dan Jim akhir.

Berdasarkan keyakinan ini, kata dia, penganut Aboge meyakini jika sekarang merupakan tahun Dal sehingga tanggal 1 Muharam-nya jatuh pada hari Sabtu dengan hari pasarannya Legi atau Dal-Tu-Gi (tahun Dal hari pertamanya Sabtu Legi).

Dengan demikian, lanjutnya, hari pertama tahun baru tersebut (1 Muharam) dijadikan patokan untuk melakukan perhitungan hari termasuk mengetahui awal puasa Ramadhan.

"Dalam hal ini, kami menggunakan perhitungan yang menyebutkan bulan, hitungan hari, dan hitungan pasaran yang diturunkan dari Dal-Tu-Gi tersebut," katanya. Menurut dia, dalam satu tahun terdiri 12 bulan dan satu bulan terdiri atas 29-30 hari.

Oleh karena itu, kata dia, seperti dilansir antaranews.com, untuk menghitung awal puasa Ramadhan menggunakan perhitungan Sa-Nem-Ro (puasa-enem-loro) atau Do-Nem-Ro (Ramadhan-enem-loro) yang dihitung dari hari pertama tahun Dal, yakni Sabtu Legi.

"Berdasarkan Sa-Nem-Ro atau Do-Nem-Ro tersebut diketahui awal puasa atau tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari keenam (enem) dan pasaran kedua (loro), yakni Kamis Pahing atau 12 Agustus 2010. Itu semua karena hari pertama tahun Dal jatuh pada Sabtu Legi sehingga hari keenamnya jatuh pada hari Kamis dan pasaran keduanya adalah Pahing," jelasnya.


(Ref: Antara)



Ditulis Oleh : Penilai Artikel Hari: 11:20:00 PM Kategori:

0 komentar: