Beberapa Fakta tentang Kemunculan Komet Perseid

Hujan meteor perseid selalu berulang-ulang tiap tahunnya pada pertengahan bulan agustus. Tahun ini puncaknya terjadi pada tanggal 12 Agustus. Fenomena ini dapat dilihat dengan mata telanjang pada konstelasi perseus di timur laut.



Berikut beberapa fakta tentang kemunculan Komet Perseid, wbw cuplikkan buat kamu:

10. Perseid melaju dengan kecepatan super. Saat memasuki atmosfer, kecepatan meteornya mencapai 60 kilometer per detik. Kebanyakan seukuran sebutir pasir. Paling besar sebiji kacang atau kelereng. Karena terbakar oleh gesekan atmosfer, hampir tidak ada yang yang menyentuh bumi. Kalau pun ada yang mendarat, disebut meteorit.

9. Komet Swift-Tuttle, yang ekornya menciptakan Perseid, merupakan benda langit terbesar yang berulang-ulang mendekati Bumi. Komet ini memiliki diameter 9,7 meter, hampir seukuran dengan benda langit yang memusnahkan dinosaurus.

8. Komet Swift-Tuttle pernah diprediksi menyebabkan kiamat, akibat bertumburan dengan Bumi, seperti prediksi astronom Brian Marsden pada awal 1990-an. Namun perhitungan itu meleset. Marsden mengkoreksinya dengan prediksi "nyaris bertumburan", yaitu berada di jarak satu juta mil pada 3044.

7. Saat partikel Perseid memasuki atmosfer, dia mengompres udara di depan dan membakarnya. Sehingga permukaan meteor bisa mencapai 1.650 derajat Celsius. Penguapan ini yang dikenal dengan bintang jatuh dan kebanyakan terlihat pada ketinggian 97 kilometer. Beberapa meteor besar pecah, menyebabkan ledakan cahaya yang dikenal dengan bola api, dan kadang ledakannya terdengar di permukaan bumi.

6. Komet Swift-Tuttle punya banyak saudara. Sebagian besar lahir di awan Oort, yang terbentang jauh di luar tata surya kita, dan tidak pernah mengunjungi Galaksi Bima Sakti. Sebagian kecil, seperti Swift-Tuttle, tersedot daya gravitasi, kemungkinan dari bintang yang melintas, sehingga memiliki orbit yang berbeda dari saudara-saudaranya.

5. Masing-masing Meteorid Perseid berjarak antara 96 dan 160 kilometer.

4. Seiring rotasi Bumi, sisi yang menghadap arah orbit komet mendapat lebih banyak bintang jatuh. Maka, Perseid dan meteor lain, juga bintang jatuh sporadis, biasanya terlihat menjelang matahari terbit.

3. Komet Swift-Tuttle terakhir terlihat pada 1992. Namun tidak spektakuler dan butuh teropong untuk melihatnya. Sebelumnya, komet ini nongol pada 1862, saat Indonesia masih dijajah Kerajaan Belanda.

2. Orbit komet ini selalu sama selama 2000 tahun. Swift-Tuttle kemungkinan tetap komet yang sama dengan yang diamati astronom pada 188 masehi atau bahkan 69 tahun sebelum masehi.

1. Swift-Tuttle baru akan kembali mengunjungi Bumi pada 2126. Jadi ini adalah satu-satunya kesempatan kita untuk menyapanya.


(Ref: space.com)



Ditulis Oleh : Penilai Artikel Hari: 3:34:00 PM Kategori:

0 komentar: