Mudik; Tradisi Tahunan Indonesia (dan apa saja yang mesti dipersiapkan)

Mudik; Tradisi Tahunan Indonesia
(dan apa saja yang mesti dipersiapkan)


Tradisi mudik Lebaran, untuk menyebut Hari Raya Idul Fitri, sudah menjadi bagian integral dari proses sosial dan sejarah bangsa. Indonesia merupakan negara mayoritas Muslim (terbesar secara kuantitas), dimana kultur Kemusliman itu telah turut mewarnai tradisi bangsa.


a. Tradisi Mudik

Kalau urusannya hanya mau pulang kampung, mengapa tidak pada waktu lain, yang lebih longgar dan tak desak-desakan? Mengapa Anda terlalu mengeramatkan Lebaran? Berapa ongkos transportasi yang terbuang percuma atau berapa liter bensin yang menguap di jalan bila dibandingkan hari biasa?
Pertanyaan-pertanyaan itu berupaya mendesak saya ke pojokan, dan lantas di benak saya hadir doktrin prinsip ekonomi: betapa tidak efisien dan tidak modernnya Anda, manusia Indonesia. Anda sangat tradisional, kuno dan aneh.

Tapi saya langsung (seperti biasanya) langsung menyusun argumentasi dengan cepat menyerang baliknya dengan mengatakan bahwa justru inilah salah satu ragam kekayaan bangsa kami. Mudik itu semacam upacara yang produktif, justru kalau dilihat dari perspektif modal sosial (social capital).
Bahwa bangsa kita bertahan dan tetap besar sampai sekarang, karena kami memiliki kekuatan social capital yang istimewa. Bagaimana bisa mudik ditafsirkan demikian? ya memang begitulah keadaannya; mudik diartikan sebagai sebuah “kekuatan sosial”.

b. Mengapa perlu mudik?

Kegiatan mudik lebaran memang sudah menjadi tradisi bagi bangsa Indonesia menjelang hari Raya Lebaran. Karena itu kegiatan mudik menjadi agenda utama kerja Pemerintah untuk bisa memberikan pelayanan dan kenyamanan selama bermudik ria.

Tidak ada salahnya memang dengan kegiatan mudik ini. Karena ini sudah menjadi tradisi dan kebiasaan rutin setiap warga negara Indonesia dimanapun berada. Mudik tidak ubahnya dengan kegiatan silaturahmi secara langsung diantara keluarga, family ataupun kerabat kita terhadap orang yang kita cintai.

Walaupun sekarang ini sudah ada teknologi canggih yang bisa berkomunikasi setiap saat dengan keluarga dan kerabat kita dimanapun berada, tetapi tetap saja tradisi berkunjung ke kerabat atau keluarga lebih afdal dan terasa lebih menyenangkan bagi keluarga semua. Karena itu mudik sudah menjadi tradisi yang tidak bisa tidak harus kita lalui dan tentunya juga harus direncanakan dengan baik jauh sebelum mudik itu kita laksanakan.


c. Mudik Lebaran, Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Mudik lebaran memang menjadi agenda yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Namun perlu diperhatikan beberapa hal agar perjalanan mudik bisa aman dan nyaman sampai tujuan.

1. Tentukan rute dan jadwal perjalanan

Pastikan kapan Anda sekeluarga akan berangkat mudik lebaran. Selain itu tentukan pula mana rute yang bakal ditempuh. Pastikan pula letak-letak sarana umum penting yang sekira dibutuhkan selama perjalanan, seperti SPBU, tempat istirahat, bengkel, dan sebagainya. Dengan memahami rute ini Anda juga bisa menghindari sumber-sumber kemacetan.

2. Istirahat yang cukup sebelum perjalanan

Lakukan perjalanan sesuai jam biologis (aktivitas) anda. Bila biasa bangun pagi, berangkatlah pagi hari dan jangan lupa istirahat selama perjalanan. Ada baiknya Anda menyiapkan 1 atau 2 pengemudi cadangan, agar apabila pengemudi yang satu telah letih atau tidak sanggup melanjutkan perjalanan, ada pengemudi lain yang menggantikannya.

3. Gunakan perangkat-perangkat keselamatan

Apabila Anda menggunakan mobil maka pakailah sabuk keselamatan selama perjalanan mudik. Jika Anda mudik menggunakan sepeda motor, maka pakailah helm fullface, jaket, sepatu dan sarung tangan. Selain menghindari panas dan debu, alat-alat ini akan memberikan perlindungan kepada Anda apabila terjadi kecelakaan.

4. Siapkan surat-surat penting

Sebelum berangkat mudik lebaran, pastikan surat-surat penting seperti STNK dan SIM yang sesuai dengan kendaraan Anda dan persyaratan sebagai pengemudi terbawa.

5. Bawa uang tunai

Ketika mudik, sebaiknya bawa uang tunai. Tidak perlu terlalu banyak tapi secukupnya. Hal ini untuk mengantisipasi keadaan darurat dimana tidak ada ATM di daerah yang Anda lewati. Selain itu simpan ditempat yang aman, dan sebaiknya jangan ditaruh di satu tempat saja.

6. Bawa ponsel dan chargernya

Jangan lupa untuk membawa telpon selular (ponsel) dan chargernya selama Anda mudik lebaran. Pastikan sebelum berangkat baterai ponsel Anda dalam keadaan penuh. Dengan begini komunikasi dengan orang lain akan terus berjalan dimanapun Anda berada. Ada baiknya Anda juga membawa kartu operator lain, ini dibutuhkan apabila di satu daerah operator ponsel yang Anda miliki terjadi bank spot (tidak ada sinyal).

7. Obat-obatan pribadi

Lengkapi perjalanan mudik Anda dengan obat-obatan pribadi atau yang biasa digunakan terutama untuk bayi dan anak-anak. Selain itu jangan lupa juga siapkan kelengkapan bayi seperti popok dan sebagainya.

8. Berdoa bersama

Biasakan melakukan doa bersama sebelum perjalanan. Ini secara psikologis juga akan memberi ketenangan selama perjalanan.




Referensi: okezone

Wahyu_Win_On_Winipedia



Ditulis Oleh : Penilai Artikel Hari: 12:16:00 PM Kategori:

0 comments: