3 Skenario SBY untuk Kembali Jadi Presiden RI Ketiga Kalinya

Ruhut Poltak Sitompul kembali berulah. Dia menghendaki dilakukan amandemen UUD 1945 terkait jabatan presiden. Ruhut menginginkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa kembali menjadi presiden di Pemilu Presiden 2014. Dia menyadari keinginannya itu bakal menimbulkan penolakan banyak kalangan. Namun Ruhut meyakini tidak sedikit pula yang mendukung jabatan presiden tiga priode.



a. Pernyataan Ruhut Sitompul

Ruhut Sitompul Ketua DPP Partai Demokrat bidang Infokom ini mengaku punya alasan mengapa dia melontarkan ide penambahan jabatan presiden dari dua piode menjadi tiga priode. Menurut dia, saat presiden Soeharto turun, tidak ada lagi yang bisa menggantinya sehingga dalam lima tahun pertama ada tiga kali pergantian presiden.


“Dulu Habibie hanya satu tahun, Gus Dur kurang dari dua tahun dan Megawati tiga tahun. Kita coba lihat SBY saat pemilihan langsung setelah kepemimpinan mereka jumlah suaranya di atas 62,2 persen,” cetusnya.

“Boleh dong saya punya ide. Kalau nanti Demokrat mendukung, saya terima kasih. Beberapa tokoh mendukung saya,” ujar dia di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Rabu (18/8).


Dia juga menambahkan

"Karena saat ini belum ada tokoh bangsa yang bisa menyaingi presiden kita yang sekarang, Bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)," kata Ruhut Sitompul yang juga juru bicara Partai Demokrat dalam perbincangan dengan VIVAnews.

"Jadi kenapa aku mengusulkan itu? Karena ini adalah pengalaman sejarah. SBY ini, presiden yang dikirim dan dirahmati Allah. Kita jangan lagi beli kucing dalam karung," kata dia.


b. Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Mencium adanya tiga skenario SBY untuk mempertahankan kekuasaaan




Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi mengatakan telah mencium adanya tiga skenario Susilo Bambang Yudhoyono untuk mempertahankan kekuasaaannya.

"Sudah lama saya mendengar kubu Presiden Yudhoyono punya tiga skenario untuk mempertahankan kekuasaan," kata koordinator GIB Adhie M Massardi di Jakarta, Jumat.

Pernyataan Adhie tersebut diungkapkan kerika diminta komentarnya atas pernyataan ketua DPP Ruhut Sitompul mengenai wacana amandemen UUD 45 khususnya mengenai massa jabatan presiden.


Terkait hal itu lebih lanjut Adhie menjelaskan :

- skenario pertama untuk melanggengkan kekuasaan adalah melalui amandemen UUD 45 sehingga pernyataan Ruhut soal wacana perubahan masa jabatan presiden bukanlah hal yang mengejutkan.

Menurut Adhie, meskipun Presiden SBY kemudian buru-buru membantah dengan mengatakan tidak ingin memperpanjang jabatannya. Namun tambahnya hal itu merupakan langkah menjalankan skenario pertama tersebut. Adhie juga menilai wacana tentang amandemen tidak terlalu istimewa untuk dipikirkan dan dikomentari.

- "Skenario kedua, melakukan suksesi kepada trah Cikeas yakni istri, anak, adik, adik ipar," kata Adhie.

- Sedangkan skenario ketiga, tambah Adhie adalah mendorong para kroni atau orang-orang kepercayaannya. Meskipun tambah Adhie skenario ketiga ini merupakan langkah darurat terakhir jika skenario pertama dan kedua gagal.



Sementara menurut anggota DPR Bambang Soesatyo mengatakan jangan percaya dengan pernyataan Presiden SBY yang tak ingin memperpanjang masa jabatannya.

"Saya yakin SBY masih memiliki hasrat untuk meneruskan kekuasaannya," katanya.

Bambang menilai pernyataan Ruhut adalah bagian dari skenario itu. Jika tidak, tambahnya pasti Ruhut sudah ditindak.

"Sekarang Presiden SBY pura-pura tidak mau. Tapi lobi-lobi ring satunya terus kencang mendorong amandemen itu," kata Bambang.

Bambang mengingatkan dulu SBY pernah bilang tidak akan mencalonkan diri kepada Presiden Megawati. Tetapi buktinya diam-diam SBY membangun jaringan dan tetap maju.


c. Pihak SBY Menolak

Juru bicara kepresidenen Julian Aldrian Pasha menegaskan, periode 2009-2014 adalah periode terakhir Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden.

“Presiden berkali kali dalam beberapa kesempatan telah menyatakan bahwa ini adalah masa bakti beliau yang terakhir, yang kedua. Presiden sangat menghargai dan menghormati konstitusi,” jelas Jual, di Istana Negara.

Kata Julian, apa yang disampaikan politisi Demokrat itu adalah satu hal yang sangat serius karena sudah menjadi wacana publik,. “Presiden mungkin tidak berkomenter tehadap hal tersebut meskipun beliau sudah tentu mendengar karena itu sudah menjadi wacana publik,” cetusnya.

SBY Menolak Presiden SBY pun dalam sambutannya memperingati Hari Konstitusi di Gedung DPD/DPR, malam tadi, menegaskan dirinya adalah salah seorang saat masih di Fraksi TNI/Polri yang mendorong masa jabatan presiden hanya dua periode. “Saya sangat aktif mendorong untuk betul-betul jabatan presiden dibatasi. Dan itu, paling jauh dua kali,” kata Presiden SBY dalam berpidato tanpa teks.

Ditegaskan SBY, makin besar dan makin absolut sebuah kekuasaan yang ada di tangan seseorang, godaan makin besar untuk penyalahgunaan. “Kalau ada fikiran dari siapapun, apakah mungkin jabatan presiden yang sudah benar dengan perjuangan sebelas tahun lalu, kembali diubah, tak perlu ada pembatasan, maka seorang SBY dan semua sepakat menolak pemikiran seperti itu,” tandasnya.



Ref:
- Antara
- Vivanews
- Sriwijaya Post



Ditulis Oleh : Penilai Artikel Hari: 12:33:00 AM Kategori:

0 komentar: